Rabu, 28 November 2018

Update!

Heyho, welcome back!

Sudah hampir 2 tahun gw gak nulis. LOT of things happened.

Gw sudah melahirkan seorang anak cantik bernama Ghaisani pada 12 Februari 2017.
Gw masih menyusui dia hingga sekarang (21 bulan) thanks GOD! Lika liku menyusui dia bakal gw share kapan2. Gw juga mau cerita tentang lahirannya. Kapan2 gw share ya...
dan,, gw masih LDR LDM sama suami, kadang pulang 1-2 kali seminggu.

Setelah ini, gw bakal cerita tentang kegiatan terbaru kami ya. LI-BU-RAN. Horee. Nantikan ceritanya yaa

Rabu, 09 November 2016

Bangku prioritas

Oke, kali ini gw kembali untuk membahas mengenai KRL. Topik yang gw angkat kali ini adalah mengenai bangku/kursi prioritas.
Kursi prioritas di setiap pojok gerbong KRL (sumber: asepsaiba.wordpress.com)
Kalo lo naik KRL, pasti pernah liat label dibawah ini di dekat kursi paling pojok disetiap gerbong KRL. Itu namanya kursi prioritas. Umumnya bisa diisi oleh 3-4 orang. Di setiap pojokan gerbong, masing2 ada 1, jadi ada 4 set kursi prioritas.

Label untuk kursi prioritas (sumber: naningisme.wordpress.com)
Siapa aja sih yang diprioritaskan?
Mulai dari ibu hamil, ibu yang membawa anak, lansia dan penyandang disabilitas.
Sayangnya,, tidak semua tahu dengan pasti definisi dari kursi prioritas tersebut (gw pun juga masih rancu). 

Untuk kategori ibu hamil, nah ini jelas lah ya. Kalo ibu hamil ya pasti gak rancu definisi-nya. Mau hamil 0 bulan sampe 9 bulan, berhak duduk di kursi prioritas.
Embedded image permalink
(sumber: @NegeriID)

Kategori kedua, ibu yang membawa anak. Nah, ini kategori rancu. Pertanyaannya, seberapa besar ya anak yang dibawa sehingga berhak duduk di kursi tersebut? Hanya bayi-kah? Atau balita-kah? Atau orangtua dengan anak kecil berseragam SD juga berhak? Kalo SMP mah kayanya udah pasti gak berhak lah ya. Kalo kita lihat di gambar, si anak itu digendong oleh orangtuanya. Berarti, apakah hanya anak yang masih digendong orangtuanya, yang berhak dapat kursi prioritas? Kalo anaknya udah gede dan digendong gimana? Nah, kan.
Embedded image permalink
(sumber: @NegeriID)


Kategori ketiga, lansia. Kategori ini juga rancu. Sebenarnya, lansia yang dimaksud itu yang seperti apa sih? 
Berikut ini beberapa pengertian lansia menurut para ahli (sumber: http://www.pengertianahli.com):
  • Pengertian Lansia Menurut Smith (1999): Lansia terbagi menjadi tiga, yaitu: young old (65-74 tahun); middle old (75-84 tahun); dan old old (lebih dari 85 tahun).
  • Pengertian Lansia Menurut Setyonegoro: Lansia adalah orang yang berusia lebih dari 65 tahun. Selanjutnya terbagi ke dalam 70-75 tahun (young old); 75-80 tahun (old); dan lebih dari 80 tahun (very old).
  • Pengertian Lansia Menurut UU No. 13 Tahun 1998: Lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas.
    Pengertian Lansia Menurut WHO: Lansia adalah pria dan wanita yang telah mencapai usia 60-74 tahun.
  • Pengertian Lansia Menurut Sumiati AM: Seseorang dikatakan masuk usia lansia jika usianya telah mencapai 65 tahun ke atas.

Gw pernah, saat naik KRL, mendengarkan curhatan seorang bapak. Dia bilang, usianya sudah 60 tahun (dan tentu saja masuk kategori lansia), tapi ia pernah malah disuruh berdiri sama penumpang lain saat ia duduk di kursi prioritas. Alasannya, karena saat itu ada ibu hamil. Memang, gw lihat, bapak itu tidak setua usianya, masih nampak bugar walau rambutnya sedikit beruban. Sejak saat itu si bapak lebih memilih duduk di kursi umum saja. Daripada diusir lagi, katanya. See,, kategori ini rancu juga kan?
Embedded image permalink
(sumber: @NegeriID)
Kategori keempat, penyandang disabilitas. Nah yang ini sih, menurut gw cukup jelas ya.
Embedded image permalink
(sumber: @NegeriID)
Jadi, menurut gw penumpang yang merasa berhak dapat kursi prioritas dan penumpang umum lainnya harus sama2 bekerjasama lah.

Untuk yang tidak berhak duduk di kursi prioritas, ya jangan duduk di kursi prioritas, sekalipun kursi itu kosong. Ya, bisa saja sementara kursi itu kosong, kalau nanti di stasiun selanjutnya ada penumpang yang memang berhak, apakah lo yang udah terlanjur duduk disitu mau berdiri? Kalo mau sih bagus!
Dan untuk yang merasa memang punya hak duduk di kursi prioritas, gunakanlah hak anda semaksimal mungkin. Jangan malah mengharapkan penumpang umum lain memberikan kursi untuk anda.

Senin, 07 November 2016

Babymoon in Jogja (part 3: Cave Tubing di Goa Pindul)

Heyho! Yang belum baca Part 1 dan Part 2, tinggal klik aja ya.

Setelah makan, lanjut ke destinasi pertama, Goa Pindul!
Awalnya gw sempet bingung, kemana aja ya ke Jogja itu? Pengen ke tempat yang asik tapi aman bagi bumil. Mulailah browsing-browsing ada apa aja di jogja dan memungkinkan buat bumil gak.

Nemulah kegiatan seru, cave tubing! Kegiatan menyusuri air di dalam goa dengan duduk diatas ban dalam yang nanti ditarik oleh pemandu. Aman untuk bumil karena air ini tidak berarus. Langsung gw search aja tempatnya dimana dan bagaimana kalo mau ikut cave tubing.

Ternyata disana ada banyak calo-calo kalo kita gak reservasi/janjian sama salah satu dari 11 pemandu wisata disana. Searching-searching-searching, akhirnya cukup yakinlah sama salah satu pemandu wisata disana, Wirawisata namanya. Ceki-ceki disini kalo mau tau lebih banyak. Bayarnya cuma Rp. 35.000/org, itu sudah termasuk jasa pemandu, penjemputan dari meeting point biar gak nyasar, ban dalam dan pelampung. Murah yeee...... Informasi tentang goa pindul dan sekitarnya gw dapet dari salah satu pengelola disana yang namanya Mas Rudy. Orangnya ramah dan mau gw tanya macem-macem tentang kondisi disana.

Kita tiba di  meeting point Gapura selamat datang wonosari mendekati pukul 10 pagi. Waktu yang pas untuk mengunjungi goa pindul memang sekitar jam 10.00-12.00, karena ada spot bagus yang bisa terlihat bagus kalo dikunjungi pada jam tersebut. Sepanjang perjalanan, memang banyak plang-plang bertuliskan: INFO GOA PINDUL. Untungnya kita memang sudah janjian dengan salah satu pemandu ya. Pada saat berhenti sejenak di satu daerah saja, kita sempat didatangi oleh calo-calo. Mobil kita langsung dikerubutin gitu dong. Wah, kebayang kalo gak janjian dulu sebelumnya. Perjalanan dari gapura menuju lokasi ternyata lumayan jauh dan bisa nyasar sih kalo sendirian. Setiap pemandu ternyata punya kantor-kantor tersendiri yg terpisah-pisah, walaupun destinasinya tetap sama.

Sampai disana, kita diajak ke loket. Dijelaskan oleh mbak-nya tentang paket wisata disana. Walau cuma berdua (tidak seperti peserta lain yg datang serombongan bahkan dengan bus), mbak-nya tetap menjelaskan dengan panjang lebar ke kita berdua tentang paket wisata yang ada. Sehabis pilih paket, langsung bayar ke loket tiket lalu dipersilahkan untuk ganti baju dan menunggu dipanggil. Disana ada tempat penitipan barang (bayar Rp. 2.000) dan kamar ganti. Barang-barang berharga sengaja gak kita taruh mobil, karena parkir mobil berada di halaman rumah warga, jadi barang berharga dan baju ganti kita titip di loket penitipan barang.

Pose dulu, di depan loket tiket.
Saat dipanggil, kita langsung disuruh pake jaket pelampung yang tersedia di rak jaket dan menunggu dipanggil lagi. Sembari menunggu dipanggil, mas-nya menawarkan kita untuk berfoto di spot-spot 'wajib foto' di area sana. Wah, dengan senang hati, kita sih senang-senang aja difoto. Setelah rombongan kita siap, kita berjalan ke tempat gudang ban dalam lalu meneruskan perjalanan ke sungai di mulut goa. Perjalanan tidak terlalu jauh kok, jadi tidak melelahkan buat bumil, cuma berhati-hati saja pada saat menuruni tangga menuju sungai.
Difotoin sama mas pemandu, di depan spanduk.

Tiba di tepi sungai, kita dibantu untuk menduduki ban dalam tersebut oleh para pemandu. Agak ngeri sih buat gw, karena kan gw pada dasarnya emang takut air. Blukkk aja, begitu gw mendudukkan badan gw di tengah ban dalam, nyessss,,, langsung basah celananya,, tapi enak juga ngambang-ngambang di air dengan kedalaman 1,5 meter. Setelah semua siap, perjalanan pun dimulai. Dengan saling berpegangan pada tali di kanan-kiri ban, satu sama lain, kita memasuki Goa Pindul. Ada 3 zona, zona terang, zona remang dan zona gelap. Zona gelap adalah zona terdalam yaitu 12 meter. Untungnya gw berada persis di belakang mas pemandu, jadi gw bisa denger penjelasannya dengan jelas. Penjelasannya bisa lihat foto-foto aja ya.

Suami siaga, bawain ban istrinya yang lagi hamil ;D

Wajah-wajah sebelum masuk goa, muka gue nervous sebenernya,,, khawatir kelelep -,-

Kawanan kelelawar buah (Megachiroptera) di zona terang. Halo Pteropus..! Sudah lama tak jumpa.... :)

Muka girang berhasil megang Batu Lingga (CMIIW),, konon ini batu keperkasaan pria. Wew..

Gagal total dapetin tetesan mata air awet muda :(

Finish!

Free wedang pindul, setelah berbasah-basahan ria.


Kamis, 20 Oktober 2016

Babymoon in Jogja (part 2: Soto Seger Mbok Giyem)

Heyho! Kita lanjut yaa....

Yang belum baca part 1, ada disini.

Kita berangkat naik Lion Air flight jam 05.55 WIB dari CGK. Mengapa naik Lion Air? Karena itu adalah penerbangan paling pagi yang termurah. Kita mau sampai di Jogja sepagi mungkin. Ohya, kita berangkat dari Sabtu pagi, bukan Jumat malam, pertimbangannya karena biar bisa istirahat dan packing dulu sepulang dari kantor. Ingat, bumil gak boleh capek-capek dan ngoyo!

Tiba di Bandara Adi Sutjipto jam 07.05 WIB. Nah, dari situ kita janjian sama mas-mas dari rental mobil, mas Anang namanya dari Lestari Rental Mobil. Ini adalah tempat rental mobil termurah yang gw temuin via googling. Total penyewaan dari jam Sabtu jam 7 pagi hingga Senin jam 7 malam cuma Rp. 600.000,-. Pelayanannya oke banget, walaupun kita masih di bandara Jakarta (waktu itu sekitar pukul 06.00 WIB), dia bilang dia sudah di bandara Jogja, menunggu di satu tempat makan. Oh my God, profesional banget yak, menghargai waktu sekali. Buat yang mau kepo-in, capcus ke webnya langsung disini. Ohya, kita agak beruntung, karena pas ketemu mas Anang-nya, ternya dia salah bawa mobil, harusnya mobil yang kita sewa itu Xenia, tapi malah dapat yang bagusan, Avanza. Katanya, harganya tetep, karena itu kesalahan dari dia. Kunci mobil sudah ditangan, sudah lunas pembayaran di muka, oke, kita let's go!

Pertama kali kita cari pom bensin, karena sudah pasti bensinnya tiris banget, bener-bener E. Habis itu lanjut cari makan. Ketemu Soto Seger Mbok Giyem khas Boyolali. Sejenis soto kudus tapi kuahnya lebih bening. Isinya adalah daging sapi bukan ayam, beserta sayur-sayuran selayaknya soto. Rasanya enaaakkk,,, yang bikin menggoda adalah jajaran lauk-pauknya, ada bakwan yang masih hangat karena baru selesai digoreng, ada tahu goreng, ada sate telur puyuh, sate otak, sate paru, sate ati ampela, dan the one and only favorit gw adalah perkedeeell.... yap, kenyang dan puas makan disitu. Makan berdua plus minum plus ambil lauk-pauk sesuka hati cuma Rp. 40.000,-.

Nyummyy banget kan, duh jadi pengen lagi
Bakwan yang enaaakkk karena masih hangat
Para warga sate-satean, gw gak ambil lauk ini sih, tapi suami ambil sate telor puyuh







Babymoon in Jogja (part 1)

Heyho! Apa kabar semua kawan-kawan ?

Blog ini udah lumutan banget yaaaa....

Habis nengokin blog ini dan omaigat, backgroundnya gak banget. Pengen ganti tapi nanti deh, lagi pengen nulis dulu.

Mau cerita nih, pengalaman Babymoon ke Jogja kemarin.

Yap, sekarang gw sudah menikah, dengan seorang pria yang sudah bertahun-tahun menemani hidup gw, pasang-surut perasaan, semua gejolak hubungan udah gw rasain bersama dia, dan yap... dialah pria itu.

Gw juga sekarang lagi hamil, 6 bulan saat ini..

Langsung aja ya, gw ceritain pengalaman Babymoon gw. Mungkin akan terbagi ke dalam beberapa part, pokoknya ikutin aja ya.....

Jadi, babymoon ini sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari. Saat mengetahui bahwa diri gw hamil, saat itu pula gw memutuskan mau pergi babymoon nanti. Waktunya, sesuai artikel-artikel yang pernah gw baca, bahwa waktu teraman bumil pergi adalah saat trimester kedua. Karena bulan Oktober ini adalah bulan bersejarah bagi hubungan kita berdua, bertepatan pula dengan bulan kelima kehamilan gw, akhirnya diputuskan tanggal 14-17 okt kita pergi babymoon! Untuk lokasi, sebelum gw hamil memang gw dan suami udah punya rencana untuk weekend getaway ke Jogja, nah daripada bingung2 cari lokasi, wujudkan saja rencana ke Jogja-nya.

Habis itu, searching hotel, spot2 wisata yang ramah bumil, bikin itinerary, hubungi agen sana-sini, dan terciptalah jadwal seperti dibawah ini:

Kenapa ada jadwal yang kosong? alasannya nanti ya, saat gw bahas mengenai hotel tersebut.

Tiket sudah, booking hotel sudah, rental mobil sudah, lalu tibalah hari H. Bagaimana ceritanya? Lanjut ke Part 2 ya....

Minggu, 07 Juni 2015

Gusar

~Background music [Pada Satu Cinta-Glenn Fredly] turn on....

Dulu, ketika hubungan gw dengan si dia mulus-mulus aja, dalam artian gak ada konflik internal antar kita berdua, satu-satunya masalah yang kita hadapi adalah restu dari ortu dia.

Sekarang, ketika hubungan kita berdua sudah direstui, masalah yang muncul adalah konflik internal antara kita berdua. Dia selingkuh, dan gw sulit menerima (permohonan maaf)-nya.

Life is complicated, huh.

Rabu, 13 Mei 2015

Forgive (not) forgotten.

"Memaafkan kemudian melupakan".
Itu kata bu tri tadi pagi saat membahas mengenai aku yang diselingkuhi.

"Perempuan itu sulit untuk melupakan. Jangankan masalah diselingkuhi, masalah kesalahan sepele laki2 aja bisa jadi besar. Misal, masalah menaruh handuk basah di kasur, itu bisa jadi ribut besar."

Kemudian Bu Tri bercerita, "dulu aku punya teman yang benci banget dengan sepatu merah. Kalau ada toko yang menjual sepatu merah, dia lebih baik jalan memutar untuk menghindarinya. Ternyata, suaminya dulu pernah selingkuh dan terpergok dengan cewek selingkuhannya yang saat itu memakai sepatu merah. Itulah, perempuan sulit melupakan."

TRAUMA.
Ya itu yang kualami. Tanpa kubuat-buat, aku memang jadi trauma pada beberapa hal: tiba-tiba jadi benci sekali melihat anak perempuan berumur 1 tahun yang kulihat di angkot; aku jengah jika ada yang menyebut kata2 "janda", apalagi sekarang lagi ramai berita pembunuhan janda 'deudeuh' yang juga PSK itu; aku benci melihat etalase lolipop berbentuk hati: aku benci melewati toko kue Hol**** Bakery; seumur hidup aku tidak akan pernah mau pergi ke Ciater.
Segala macam hal/barang yang berhistori dengan cowokku dan cewe itu, membuatku benci sekali.

Pernah baca di sebuah artikel:
Pasangan yang berhasil memaafkan dan melewati post-traumatic growth akan memiliki hubungan yang lebih luar biasa lagi dari sebelumnya.

Iya, kalo gw berhasil melaluinya. Kalo enggak?
Maka, seumur hidup gw akan terbayang2 terus, teringat2 terus dan bukan tidak mungkin, mengungkitnya.

Bu Tri tadi juga bilang, "mendingan Muth, kalo gabisa memaafkan, tinggalin aja. Karena itu bisa jadi bumerang ke diri kita. Awalnya, si laki2 akan menunjukkan perilaku menyesal dan berusaha menebus kesalahannya. Tapi kalo setiap pertengkaran, kamu ungkit2 terus. Dan kamu selalu tuduh dia, gak pernah berubah, padahal dia udah berubah. Lama2, dia gak jadi berubah beneran. Dia bisa kesal, capek, dan berpikir : ngapain berubah kalo gak dianggep. Jadi tambah hancur, Muth. Jadi sekarang pilihan di tangan kamu. Tinggalin atau memaafkan kemudian melupakan."

Sulit memang, memaafkan kemudian melupakan. Gw udah hampir 4 tahun jalan sama dia. Dikhianati itu rasanya sakit. Dan hanya gw yang tahu persis rasanya.

Jadi, gw coba bertekad untuk:
1. Menghargai setiap usaha dia untuk berubah.
2. Memaafkan dan mencoba untuk tidak mengungkitnya.

Berat? Ya, berat banget. Tapi ini pilihan gw.
Gw coba.
Bismillah ....

Knows me the way you know me

Gw memutuskan untuk tetap bersama dia, bagaimanapun dia. Gw terima dia.

Dan hari2 gw berlalu, seperti ketika gw baru pacaran lagi dengan dia..

Entah, gw memilih bahagia dengan cara seperti ini.

Dan, memang, semoga dia lah jodoh terbaik untuk gw..

Gw sadar, dan gw melted ketika kemarin dia bisa tahu, hal kecil ttg gw, seperti screenshot whatsapp di bawah ini..

Dan hari ini, gw langsung tersadar, saat gw mendengarkan lagu "Hate That I Love You-Rihanna"

"One of these days maybe your magic won't affect me.
And your kiss won't make me weak
But no one in this world knows me the way you know me
So you'll probably always have a spell on me.."

Selasa, 07 April 2015

About LDR again

Lo tau apa yang paling menyenangkan dari LDR?
Saat akhirnya lo ketemu setelah berbulan-bulan gak ketemu.

Dan lo tau apa yang paling menyakitkan dari LDR?
Rasa kangen? Bukan.
Yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa pasangan lo selingkuh sejak pertama kali dia menginjakkan kaki disana.
It means 1 year and 7 month he's cheating on me.

Gw, selama disini, selalu jaga diri gw, jaga hati gw. Tapi kenapa dia kaya gitu,, Ya Allah.
Kebayang gak sih lo perasaan gw?
Berarti selama ini ketika gw telponan Dan dia bilang sayang sama gw, itu bullsh*t.
Ketika kita ketemu dan melampiaskan rasa rindu kita, itu bullsh*t.
Ketika gw datang, dan kita saling bertemu, itu bullsh*t.
Karena disana ada seseorang yg dia sayangi.

Siapakah dia? Janda beranak 1 berumur 21 tahun. Gw gak habis pikir apa yang ada di pikiran cowo gw, sampe dia mau. Sampai selama itu dia nyelingkuhin gw.
Yang paling bikin gw marah adalah, selama waktu dia nyelingkuhin gw, dia udah ngelakuin hal yang gak pernah bisa gw lakuin. Sebut saja hal itu X.

Gw tau, masa lalu dia, gw tau dia dulu pernah ngelakuin X sama mantan pacarnya itu. Gw shock. Gw kaget. Tapi gw terima dia, walau dia udah ga suci lagi. Dia bilang dia janji gak bakal lakuin itu lagi.
Tapi sekarang buktinya?
Kenapa dia lakuin itu lagi, saat dia sama gw?
Ya Allah......

Dia bilang, dia mau tobat. Dia mau insaf.
Sebelum nikah sama gw, dia mau jujur sm gw. Semuanya. Makanya dia akuin semua perbuatan dia .
Dia minta kesempatan sekali lagi untuk buktiin bahwa dia bisa jadi cwo baik.
Gw gatau lagi, hati gw udah mati rasa.
Terakhir tadi pagi, gw udah bilang putus sama dia.
Gw gatau lagi harus gimana.

Dia bilang, gw lah pelabuhan terakhir dia.
Sh*t banget ga sih?? Ketika dia bebas main-main lalu terakhirnya dia dapetin gw yg masih bersih karena gw bisa jaga diri disini???

Egois banget gak sih?
Dipikir gw doorprize khusus untuk dia?
Dia selalu bilang klo gw adl asetnya yg paling berharga.
Jangan2 pengertian aset itu adalah sesuatu ug murni kayak gw.
Dia gak lebih dari sekedar cowo kotor, hina, najis, di mata gw.

Entah, gw bisa maafin dia atau engga.
Entah, gw bisa terima dia atau engga.

Gimana, kalo lo jd gw?

Minggu, 18 Januari 2015

Bandung....

Hari 1. Sampai di bandung jam 11. Nunggu rental motor dateng (sepertinya orangnya lupa). Sava rental motor, recomended lah. Soalnya murah. Langsung cuss ke Tatia. Jauhh coy, di daerah ciburial.
Hari 2. Makan batagor di depan FO Jetset. Enyaakk. Seporsi Rp ....... . Hujaan. Jas hujan cuma 1, beli di Hypermart BIP. BIP oke juga lumayan. Kapan2 main2 kesitu. Lanjut ke Pasar Dalem Kaum. Pasarnya rameee. Sayangnya hujan jadi membatasi pergerakan. Mayoritas jual sepatu dan tas. Harga sih standarlah. Gw yang tadinya mau beli tas buat kondangan disitu, malah gajadi. Karena mahal menurut gw. Mending beli online. Hhe. Disana juga ada pusat penjualan DVD bajakan yang gedee banget. Kayaknya koleksinya komplit. Macam Glodoklah kalau di Jakarta. Disana makan mie kocok. Agak mengecewakan karena cuma dikasih potongan kikil kecil2. Pernah waktu itu makan mi kocok di cihampelas, enyyaak banget, kikilnya potongan gede yg empuk. Walaupun porsinya gak sebanyak di Dalem Kaum. Habis itu jajan Cimol. Rasanya ga jauh beda sama cimol yang di Jakarta. Terus kita jalan ke arah Alun-alun. Numpang solat Ashar di Mesjid Agung ........ . Tadinya abis itu mau naik Bandros. Tapi ternyata hanya beroperasi sampai jam 2. Cuma bisa foto2 sama bis Rit terakhir yang baru saja sampai di haltenya. Akhirnya malah foto2 di depan mesjid. Di depan mesjid, terhampar rumput sintetis yg luaaaaasss banget. Kalo mau injek rumput itu, kudu lepas sepatu. Banyak anak2 yang main bola atau orang2 yg sekedar duduk2 atau narsis poto2. Kesalahan gw waktu itu adalah, gw ga melepas kaus kaki gw. Alhasil kaus kaki gw menyerap air hujan yang tersembunyi di balik rumput sintetis itu (karena ga kelihatan basahnya, sampe gw lupa bahwa tadi sempet hujan). Beli kaus kaki 10ribu dpt 3. Belanja di planet fashion.
Caww ke Flyover Pasupati. Di bawahnya ada taman jomblo dan taman film. Parkir motor di Baltos. Foto depan jembatan. Si akang numpang pipis, sambil nunggu malah beli baju 50ribuan. Jalan kaki ke taman jomblo. Ada komunitas iguana. Melewati area skateboarding. Di taman film lagi ada open casting. Magrib solat di Baltos. Beli chatime sm popcorn ace hardware.
Pulang, ban motor bocor. Rame jalanan di dago dan macet yg ke arah lembang. Taroh barang di Tatia, lanjut beli duren.
Hari 3. Ke arafa tea, tapi tutup. Hujan2an. Mampir ke amanda. Makan di kfc superindo dago. Gedung sate, makan seblak dan beli mie ......... . Lanjut ke leuwipanjang dan pulangg.

Jumat, 09 Januari 2015

Tentang KRL

Sebenernya gw udah lamaa banget pengen nulis tentang KRL. Sudut pandang yang gw pengen angkat adalah sudut pandang penumpang dan budayanya.

Dari dulu, masyarakat Indonesia secara general dipandang sebagai masyarakat yang sopan, santun, dan ramah tamah. Tapi, cobalah sesekali kalian coba naik KRL di jam2 sibuk seperti jam berangkat dan jam pulang kantor. Maka kalian akan menemukan, betapa "ramah"nya dan "tertib"nya masyarakat Indonesia.
Banyak sih, sub topik yang bisa gw bahas disini, dari positif hingga negatifnya budaya berkereta di Indonesia. Kali ini gw mau ngebahas tentang peraturan: DAHULUKAN PENUMPANG YANG TURUN TERLEBIH DAHULU.

Papan tanda diatas, jelas-jelas terpampang nyata dan dapat amat sangat terlihat di tiap-tiap pintu masuk KRL. Tapi entah kenapa, sedikit sekali orang yang bisa membaca. Padahal itu tulisan bahasa Indonesia loh. Bisa membaca alias mengindahkan, maksudnya. Alhasil, masih banyak perilaku serobot2 sebelum penumpang beneran turun semua.

Gw kadang ga ngerti, otak dan logikanya dimana. Gimana lo mau naik kalo penumpangnya belom turun?! Gimana lo mau turun, kalo penumpang yang mau naik ga kasih jalan?! Demi mendapatkan bangku, orang rela menggadaikan budayanya, menaikkan egonya, mematikan rasa peduli, membunuh rasa kemanusiaan. Luar biasa. Tidak percaya? Cobalah naik KRL di jam sibuk!

Gw nulis ini. Gatau ya, apa respon kalian. Gw bukan sok suci. Ya, gw emang suka berebutan kursi sama ibuk2 atau bapak2 lain saat naik kereta. Ya, gw juga takut ga kedapatan kursi. Ya, gw males dan capek berdiri. Tapi, gw masih bisa baca tulisan : DAHULUKAN PENUMPANG YANG TURUN TERLEBIH DAHULU. Jadi, gw pasti selalu menunggu penumpang untuk turun dulu, baru saya naik. Tidak dapat tempat duduk? Tidak juga. Alhamdulillah, gw bisa dapat tempat duduk, walau terkadang juga pernah sih tidak dapat. Yang jelas, gw tidak menabrak hak orang lain. Itu saja.

Maka, ketika gw menjadi penumpang yang akan turun dan gw tidak diberi jalan, maka maafkan kalo gw berlaku kasar (daripada gw yang dikasari). Dulu, saat gw masih pasrah, masih penumpang KRL yg lugu, gw pernah terpaksa turun di stasiun selanjutnya karena tidak bisa turun (penumpang sudah keburu menghambur masuk duluan).

Pernah juga, gw terdorong mundur kembali saat mau turun. Hampir saja, sebelah kaki gw terjeblos masuk ke celah peron.

Mungkin nasib gw lebih baik, karena gw pernah melihat ibu2 yang terjatoh barangnya saat mau turun, pernah juga menyaksikan seorang nenek yang terjatuh saat mau turun, kakinya tersangkut celah peron. Tragis? Yah, itulah kesadisan KRL. Tidak percaya? Coba saja naik KRL di jam sibuk!

Kembali ke sikap gw, saat gw di posisi penumpang yang mau turun. Sekarang2 ini, budaya 'beringas' mulai gw terapkan ke diri sendiri. Naik KRL itu mungkin ibarat seleksi alam, yang lemah maka ia yg tersingkir. Kejam? Memang! Itulah yang gw rasakan. 

Jadi, ketika gw mau turun, dan berbaris2 orang di depan gw sudah mengantri ingin naik, gw juga otomatis bersiap2, bersiap2 untuk menahan serangan. Cailahh, inih kok udah kayak pertempuran apaaa gitu yak.
bayangkan jika kamu adalah salah satu penumpang yang akan turun, harus punya kekuatan untuk menembus orang sepertinya -_____-
Pernah waktu itu, gw mau turun di stasiun kebayoran lama. Saat pintu terbuka, banyak mbak2 yang sudah berbaris mau naik. Gw udah bilang, "misi mbak, permisi." Lah, tuh barisan mbak2, bukannya minggir atau kasih jalan, malahan diem aja liatin gw doang, mungkin para mbak2 berpikir, "cepetan turun napa, gw mau naik nih." Oh pleasee, gimana gw mau turun, wong space gw untuk berpijak turun aja ga ada. Yaudah, gw dorong aja tuh para mbak2 dan 2 org mbak2 terdorong dan protes, "mba, hati2 dong kalo turun." Tak kalah kenceng, gw bilang, "yeee, makanya kasih jalan.". Luar biasa, kan!

Pernah juga gw mau turun di manggarai. Gw naik yg jurusan ke bekasi. If you know what I mean, peron 4 di manggarai yg tujuan ke bekasi itu selalu padat dat dat dat. Penumpangnya pun paling beringas, menurut gw. Nah, pada saat gw mau turun, kbtulan hanya gw seorang yg turun disitu. Gw udah ngeri aja sih sebenernya. Takut, karena gw sendiri, pasti banyak penumpang yang berebutan naik dulu. Hiiiiii. Nah, benar saja. Ketika pintu KRL terbuka. Ga ada yang ngasi gw jalan buat keluar (dikiranya gw bisa terbang kali yak). Di depan gw persis, ada ibu2 menggandeng anak kecil yang digandeng ibu2 lagi di kanannya (si anak kecil diapit dua ibu2). Gw bilang, "misi permisi kasi jalan", kagak ada yang ngerespon. Tuh ibuk2 masih aja ga bergeming. Yah, terpaksa akhirnya gw tabrak aja gandengannya. Karena saat itu juga, banyak penumpang yang meringsuk naik ke KRL. Eh gw marah dimarahin mba2, "mbak, itu anak kecil. Yang bener dong, mba". Lah, gw omelin balik mbak2nya, " kan tadi saya udah bilang, kasi jalan! Makanya dahulukan penumpang yang turun.!".

Nah!
Begitulah pemirsa, sekilas cerita di KRL. Bakal nyusul cerita2 lainnya. Soon...
Yah, maafkan yah klo gw menyakiti orang lain di KRL. Gw juga udah maafin org2 yang nyakitin gw di KRL kok. Gw cuma mau kasih penyadaran aja bahwa ada peraturan: DAHULUKAN PENUMPANG YANG TURUN TERLEBIH DAHULU.

sumber gambar:
http://metro.kompasiana.com/2014/06/13/penumpang-krl-pingsan-petugas-cuek-661781.html
http://ridwanologi.com/2014/04/06/dahulukan-penumpang-turun-please/
 

Selasa, 06 Januari 2015

Movie Wish List



Hello 2015!
Udah 2015 aja nih, bye-bye 25 my age :( *eniwei, masih oktober nanti sih bye-bye nya....

Wishing gw di tahun ini, semoga gw lancar dan sukses dalam karir *ceileehh* dan cepet kawin eh nikah di tahun ini *aamiin banyak2*.

Kali ini gw bikin movie wish list. Secara gw dan si doi hobi banget nonton film. Sayang, kita ga terlalu sejalan., terkadang gw pengen sih sekali2 nonton film indonesia di bisokop. Tapi kata dia, "gausah, ntar lagi juga nongol di tipi." Jaelahh, ini mah namanya mendukung produk luar negeri. Tapi emang kenyataannya gtu ya, film2 lokal cepet nongol di tipinya. Kecuali film lokal yg bagus banget, nongolnya baru bisa setaun kemudian. Maafkan. No hard feeling ya produser film lokal! Cuma opini.

Eniweii,, ini rangkuman hollywood movie yang bakal gw tonton tahun ini, baik di bioskop maupun bajakannya *eh.

1. THE WOMAN IN BLACK 2: ANGELS OF DEATH

Movie Review - The Woman in Black 2: Angel of Death

Bercerita saat 40 tahun setelah menghantui Eel Marsh House, sekelompok anak-anak dievakuasi ke rumah tersebut karena ada perang dunia II, yang akhirnya 'penghuni' kembali menghantui lagi.

Sayangnya, ga ada aa Daniel Radcliffe disini (mengecewakan untuk penggemar Harry Potter seperti gw). Film ini dijadikan sekuel, karena setting dan pemeran utama 'si hantu bergaun hitam' muncul lagi. Seperti transformer yang ke-4, tidak ada penampilan si ganteng Shia Labeouf, tetapi si Optimus Prime dkk masih ada. Agak kecewa ya ga ada aa Daniel,, yahh,,
Tokoh utamanya lebih ke anak kecil yang dihantui.
Wajib nonton di bioskop nih!

Rilis Januari 2015.

Trailer:


2.  JUPITER ASCENDING
gw gak ngerti kenapa tulisannya '2014'.
Dikisahkan seorang pejuang masa depan, Caine (Channing Tatum), yang berusaha melindungi seorang wanita, Jupiter Jones (Mila Kunis). Jupiter bukanlah seorang perempuan biasa melainkan seseorang yang ditakdirkan sebagai Ratu dari semua planet. Di Bumi, Jupiter hanyalah seorang gadis biasa yang bekerja sebagai seorang pembersih toilet. Namun, kehidupannya berubah semenjak bertemu makhluk bernama Caine. Dari situlah ia menyadari takdirnya sebagai Ratu selanjutnya yang bisa menyeimbangkan semua kehidupan di alam semesta. Namun, sang Ratu yang tengah memimpin saat ini rupanya tak ingin kekuasaannya berakhir dan berniat membunuh Jupiter apapun caranya. Berhasilkah Jupiter menyelamatkan diri?

Yang mau lihat akting si cantik Mila Kunis dan si ganteng-oh-my Channing Tatum,, kudu nontonlah. Buat gw, genre film Sci-Fi kayak gini, wajib ditonton, plus-nya pemainnya pun oh-my banget! Wajib nonton di bioskop!
Rilis: Februari 2015
Trailer:
3. PREDESTINATION


Film ini mengisahkan kehidupan seorang Agen paruh waktu (Ethan Hawke) yang dikirim pada seri rumit perjalanan waktu (time travel) yang dirancang untuk mencegah pembunuhan di masa depan. Sekarang, pada tugas terakhirnya, Agen harus menghentikan satu kejahatan yang telah lolos darinya sepanjang waktu demi mencegah serangan yang akan menghilangkan ribuan nyawa.

Daya tarik film ini, bukan dari aktor yang mungkin menurut sebagian orang ganteng (kata gw sih enggak), bukan dari adegan perkelahian yang jujur aja gw gak terlalu suka, tapi karena unsur 'time travel'nya dan ada sentuhan sci-fi nya. Film ini mungkin bakal terlalu serius buat gw, tapi gw mau coba nontonlah. Entah di bioskop atau.............

Rilis: Januari 2015

Trailer:


4. PRESERVATION

 
Bercerita tentang Sean Neary (Pablo Schreiber) yang melakukan perjalanan berburu menuju kedalaman hutan lebat. Sean ditemani oleh istrinya, Wit (Wrenn Schmidt) seorang ahli anestesi dan adik ipar Sean, Mike (Aaron Staton). Mereka berburu sebagai selingan untuk melupakan sejenak masalah keluarga yang sedang mendera mereka. Ketika mereka tiba di hutan, satu persatu teror aneh menyambut mereka. Semua peralatan mereka menghilang secara misterius. Tidak hanya itu, mereka dijadikan target perburuan oleh sesuatu yang tak terlihat. Tanpa peralatan dan pegangan, satu-satunya jalan keluar adalah mereka harus bekerja sama dan memanfaatkan insting hewan mereka agar segera lolos sebagai mangsa.

Menurut gw, film ini bisa jadi pelajaran buat orang2 yang suka berburu untuk sekedar have fun, apalagi berburunya di cagar alam pula! Penasaran lihat ending filmnya....

Rilis: Januari 2015

Trailer:

5. PROJECT ALMANAC
"To fix your past, would you risk your future?"
 Another time travel film again. Menceritakan sekelompok anak yang membuat mesin waktu.

Rilis: Januari 2015

Trailer:

Sabtu, 27 Desember 2014

Kritis!

Gw baru pulang dari sebuah minimarket ternama.
Minimarket ini berjarak sangat dekat dari rumah gw, dengan berjalan kaki, jarak tempuhnya sekitar 3-5 menit.

Entah kenapa, belakangan ini, saat gw berbelanja di sana, acapkali menemukan label harga yang tidak sesuai dengan scan barcode saat di kasir. Selisihnya bervariasi, mulai dari Rp.100-Rp.3.000an. Nilai yang kecil memang, tapi gw termasuk orang yang tidak suka membiarkan yang 'kecil' tersebut.

Seperti hari ini, gw membeli produk N dengan label harga Rp. 6.900,-. Tetapi saat di kasir, harganya menjadi Rp. 7.500,-. Selisih Rp.600,-. Spontan saja gw protes. Si mas kasir berkata bahwa harganya sudah naik. Lalu saya berpaling ke pegawai perempuan untuk menanyakan, saya minta ia untuk memeriksa label harga di rak. Dan ternyata, promosi itu hanya sampai tanggal 15 Des. Lalu gw bilang, "Trus gimana mba? Itu masih terpajang loh labelnya di rak". Si mba menjawab, "saya kembalikan saja selisihnya ya bu." Ok, masalah selesai.

Ada lagi, gw pernah berbelanja produk yang di label tertera beli 2 gratis 1. Gw sebagai kaum hawa yang tidak kuasa menahan godaan diskon, langsung membelinya. Sebetulnya, gw gak butuh2 amat sih, tapi, yah namanya gw. Saat di kasir, ketiga barang tersebut tetap dihitung tiga2nya. Artinya, bukan beli 2 gratis 1. Tentulah, gw protes. Saat ditelusur, ternyata itu promo bulan lalu, yang dengan lalai, masih terpasang. Akhirnya, dengan muka masam, si kasir menjelaskan bahwa barangnya sudah tidak promo, apakah gw masih mau beli? Jelas saja gw menolak. Gw minta cancel (yang saat itu barang sudah discan). Dengan agak kerepotan, kasir meng-cancel barang tsb dr list. Yang artinya, gw emang mungkin gak boleh beli barang ga penting itu, hhe.

Buat gw, bukan masalah seperak dua perak yang harus gw relakan ketika ada kesalahan seperti itu. Tapi ini masalah kedisiplinan, masalah kepercayaan customer terhadap tokonya. Banyak, orang2 di sekeliling gw, yang lebih memilih menggerutu, merutuk dalam hati dan berkata, "males ah gw balik ke minimarket itu, penipu!" daripada mempertanyakan hak kita sebagai customer seperti gw tadi.

Yah, mungkin kita malas, atau dalam kasus gw, bosen terus2an protes setiap menemukan label belanja yang tidak sesuai. Tapi buat gw, WAJIB untuk selalu mengecek bon setiap gw belanja. Karena ingat, seperak dua perak yang harusnya kita klaim itu, seharusnya kita minta, barangkali bisa kita berikan kepada yang lebih berhak daripada menjadi profit tambahan bagi minimarket yang gw yakin profitnya memang sudah besar.

Orang bilang gw pelit? Buat gw enggak, gw cuma kritis sebagai konsumen, itu aja.

Rabu, 10 Desember 2014

Fase.

Aku sudah LDR 1 tahun 2 bulan, tepatnya.
Berbagai fase sudah kualami.
Fase tidak terima kita berpisah.
Fase rindu menggebu.
Fase sedih berurai air mata.
Fase kesepian.
Fase tegar terbiasa ditinggal.
kembali ke Fase kangen tak terelakkan.
Fase marah tak bisa bersua.
Fase kecewa sulit komunikasi.
Fase senang berlibur bersama.
Fase bahagia didatangi.

Tapi, dari berbagai fase itu. Baru kali ini kurasakan Fase damai.
Dimana tidak ada lagi perasaan rindu yang berujung tangisan.
Kamu pernah tau rasanya rindu?
Adalah kamu gelisah, tidak tenang. Haus akan kehadirannya. Menuntut hakmu, seakan kewajibannya berada disisimu. Tidak terpenuhi dan kamu hanya bisa menangis.

Kamu tahu, fase damai ini kudapat darimana?
Putus.
Yah, kami putus.
Dan jangan tanya kenapa kami putus dan mohon jangan salahkan kegagalan LDR kami.
Tapi, yah, kami memang putus.
Setidaknya aku menganggapnya seperti itu.

Dan bagaimana rasanya sekarang?
Rasanya sungguh damai, jika kamu percaya itu.
Tenang, tidak ada perasaan mengusik.
Tidak ada rasa rindu yang menyelinap sebelum tidur.
Entah, ini perasaan mati rasa sesaat. Atau tidak.
Yang jelas, fase Damai ini. Ingin kunikmati. Malam ini.
Nite all.

I just want to write.

Pernahkah kamu merasa, berharap, waktu untuk tidak berputar.
Berharap berhenti.
Tidak ingin memutar balik waktu, karena terlalu menyakitkan.
Juga tidak ingin mempercepat waktu, karena akan terasa hampa akan ketiadaan sosok itu.
Kamu hanya ingin disini.
Di waktu seperti ini.
Di menit ini, di detik ini.

Berharap bahwa nasib baik akan memihakmu.
Bahwa semua ini tidak nyata.
Ketika ucapan tidak bisa ditarik, ludah tidak bisa dikembalikan.
Detik ini, menit ini, hanya ingin kuhentikan.

Ajaib, sedih itu tidak ada.
Bahkan sakit itu apa.
Tersisa kecewa, dan rasa tidak percaya.

Ya, aku menangis. Bukan karena sedih. Tapi karena marah.
Sesuatu yang harusnya tidak terjadi malah terjadi.

Malam ini.
Bagaimanapun rasanya.
Mungkin hanya tidur yang mampu sembuhkan semua.

Jumat, 05 Desember 2014

GreenTeAddict

Entah kenapa gw suka banget Green Tea, lebih tepatnya Green Tea flavour. Kalau Green Tea minumannya sih, gw biasa aja. Tapi klo sebagai bahan campuran suatu makanan/minuman, gw bakal jadikan itu pilihan no.1. Cukup banyak makanan/minuman berbahan Green Tea yang udah gw coba, dan itu selalu bikin gw nagih, nagih dan nagih. Berikut ini beberapa komentar tentang makanan/minuman tersebut.
1. Donat JCO.
Ada 2 varian donat JCo yang memakai Green Tea: Green Tea Cream Cheese dan Mr. Green Tea. Jujur, gw lebih suka yang ada cream cheesenya, karena jadi paket lengkap banget, green tea ketemu cheese. Sedangkan Mr. Green Tea terasa lebih "kosong" dibandingkan Green Tea Cream Cheese. Yah, klo lo laper banget, pilihlah yg ada cream cheese, tapi kalau sekedar nyemil ringan, pilihlah Mr. Green Tea.
Rate: 9.0 out 10.0
Green Tea Cream Cheese
Mr. Green Tea
 
 2. KitKat Green Tea
Yap,, cemilan yang sempet hebooohh banget ini ga dijual di Indonesia. Kitkat dengan rasa green tea asal jepang ini biasanya dijual online atau beli di luar Indonesia. Gw sempet nyobain waktu temen gw ngasi sebagai oleh-oleh dari Singapura. Rasanya unik memang, lain dengan kitkat yang biasa. Kalo kata temen gw sih rasanya ga enak. Pahit2 gimana gitu, dia lebih suka yang original. Yah, sebagai bukan penyuka kitkat sejati, rasanya not badlah. Apapun green tea, ya gw suka2 aja, walaupun bukan one of my fave, gw tetep terkesan dengan rasanya.
Rate: 8.0 out 10.

Kitkat Green Tea


3. Hop-hop bubble rasa Green Tea.
Nah, ini gw lupa nama bubblenya rasa apa. Sementara gw skip dulu. Yang jelas ini enyaaakkkk.
Rate: 8.5 out 10.

4. Wrigley's Green Tea
Sepertinya baru kali ini gw makan permen karet rasa green tea.